PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM DIALOG TOKOH KOMIK TAHILALATS

PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM DIALOG TOKOH KOMIK TAHILALATS

Auliasmin Nur Aliyatun Nasipah 

Abstract

Komik tahilalats ialah komik dengan genre tentang kehidupan sehari-hari yang cenderung memiliki “plot twist” atau maknanya di luar dugaan dan maksud dari isi cerita disampaikan secara tersirat. Karena hal itu, komik ini menarik jika dianalisis makna percakapan yang ada di dalamnya dengan menggunakan kajian pragmatik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan yang terdapat dalam dialog tokoh komik Tahilalats, (2) mendeskripsikan wujud implikatur percakapan yang terkandung dalam dialog tokoh komik Tahilalats, dan (3) mendeskripsikan jenis implikatur percakapan yang terkandung dalam dialog tokoh komik Tahilalats. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis yang berfokus pada kajian pragmatik dan secara metodologis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis datanya menggunakan metode normatif dan metode heuristik. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil dari penelitian ini meliputi 44 data yang dianalisis berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan meliputi 10 bidal yaitu bidal ketimbangrasaan, bidal kemurahhatian, bidal keperkenaan, bidal kerendahhatian, bidal kesetujuan, bidal kesimpatian, bidal merasa diam, bidal sikap diam atas pendapat, bidal kewajiban S ke O, dan bidal kewajiban O ke S. Setelah diidentifikasi pelanggaran prinsip kesantunan, kemudian diuraikan wujud implikatur percakapan yang terkandung dalam tuturan tokoh komik tahilalats. Ketiga, implikatur percakapan tersebut kemudian diidentikasi lagi fungsinya yang meliputi implikatur representatif, implikatur direktif, implikatur ekspresif, implikatur komisif, dan implikatur isbati. Saran dari hasil penelitian ini ialah (1) Peneliti memberikan saran untuk pengguna bahasa dan orang yang peduli terhadap pemakaian bahasa agar senantiasa menggunakan bahasa yang santun dan dapat mengerti bahwa tidak semua tuturan atau tulisan memiliki makna langsung tetapi terdapat juga makna tidak langsung atau tersirat yang sengaja dibuat seperti itu oleh penutur atau penulis untuk maksud tertentu. (2) Peneliti berharap agar penelitian yang mendatang dapat lebih detail dan mendalam serta berkualitas sehingga diperoleh hasil yang lebih maksimal. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna sehingga penulis akan terus berproses dan belajar lebih mendalam tentang kajian pragmatik. Penulis juga berharap bahwa penelitian selanjutnya dapat lebih baik dan mengambil pelajaran dari penelitian ini.

Sumber : 

https://cararegistrasi.com/KzScXH8j   

2 comments

Anisa AE February 10, 2022 Delete Comment
Wah keren baca ini langsung keinget makalah kalau gak skripsi, tentang komik sih belum pernah baca cuma ini unik jarang ditemui, mantep pesannya.
Om Dompet February 10, 2022 Delete Comment
Kak, Annisa, makasih udah mampir, kayaknya kita pernah kenal yak, apa aku yg sok kenal wkwkkw ... lupa
advertise
advertise