-->

Abstrak - Ning

Post a Comment
ABSTRAK
Rahayuningsih NIM. 0850900323. Upaya Meningkatan Minat Belajar Siswa melalui  Cooperative Learning Make-A Match  pada Mata Pelajaran  Bahasa Jawa Siswa  Kelas V Semester I SD Negeri III Mlokowetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. 2012.

Minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Jawa di SD Negeri III Mlokowetan khususnya kelas V masih rendah, hanya 27,57% siswa yang memiliki minat belajar tinggi terhadap mata pelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa, secara khusus untuk mengetahui seberapa besar peningkatan minat belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Make–A Match. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana cara meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Make–A Match di SD?
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN III Mlokowetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri pada Semester I Tahun Pelajaran 2011/2012. Subyek penelitian adalah 21 siswa yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Penelitian dilakukan selama 3 siklus dengan prosedur umum meliputi tahapan : 1) Planning yaitu merencanakan tindakan yang akan dilakukan, 2) Acting yaitu melaksanakan tindakan sesuai rencana,  3) Observasi yaitu melakukan pengamatan minat belajar siswa, dan 4) Reflecting yaitu melakukan analisis kekuatan dan kelemahan perbaikan poembelajaran. Data penelitian ini adalah data tentang minat belajar siswa, instrument pengambilan data dengan lembar pengamatan dan teknik pengumpulan data melalui pengamatan dalam proses belajar mengajar. Teknik analisis data dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan pra siklus dan antar siklus.
Berdasarkan analisis data diperoleh data minat belajar siswa pada pra siklus : 6 siswa kategori tinggi, 10 siswa kategori sedang, dan 5 siswa kategori rendah. Pada siklus I diperoleh data minat belajar siswa yaitu 11 siswa kategori tinggi, 9 siswa kategori sedang, dan 2 siswa kategori rendah.  Pada siklus II diperoleh data minat belajar siswa yaitu 15 siswa kategori tinggi, 5 siswa kategori sedang, dan 1 siswa kategori rendah.  Pada siklus III diperoleh data minat belajar siswa yaitu 18 siswa kategori tinggi, 2 siswa kategori sedang, dan 1 siswa kategori rendah.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahjwa penerapan model pembelajaran Make–A Match dapat meningkatkan minat belajar siswa. Selain hal tersebut ada persepsi dan kesan siswa yang signifikan terhadap penerapan model pembelajaran Make–A Match. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran Make–A Match. Selain itu agar sekolah, pengambil kebijakan, peneliti lain dapat menggunakannya sebagai bahan kajian untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang perbaikan pembelajaran guna meningkatkan proses belajar mengajar.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter