-->

Sintaksis

Post a Comment

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Teori sintaksis verhaar di dalam analisis sintaksis strukturalnya verhaar memberikan empat contoh klausa. Teori ini tidak menggunakan istilah OL dan OTL. Tidak adapengertian “objek ganda”, hanya ada satu objek saja. Di dalam kontruksi aktif yang dapat dijadikan subjek di dalam kontruksi pasif itulah yang menduduki fungsi objek. DI dalam satu pemasifan, yang berubah ialah fungsi.
Pada tahapan ini teori sintaksis verhaar belum dapat menyajikan jawabannya. Dan memang belum ada teori sitaksis yang memberikan jawaban bagi analisis fungsional. Dan kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani “Sun” yang artinya “dengan” dan tattein yang artinya “menempatkan”. Jadi kata sistaksis secara etimogologis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat.

B.     Fokus Penelitian
Fokus dalam penelitian ini adalah :
1.      Mendekskripsikan dan menganalisis subjek dan objek dalam sintaksis Verhaar
2.      Mendekskripsikan dan menganalisis fungsional di dalam sintaksis Verhaar.

C.    Rumusan Masalah
Sesuai dengan uraian latar belakang di atas dapat disimpulkan beberapa masalah yang perlu dibahas antara lain :
1.      Sudahkah Sintaksis Verhaar  dapat menyajikan jawabannya ?
2.      Bagaimana contoh klausa di dalam Sintaksis ?
D.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui apakah Sintaksis Verhaar dapat menyajikan jawabannya
2.      Untuk mengetahui contoh klausa di dalam Sintaksis.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Sintastik
Secara defenisi pengertian sintaksis adalah:
1)      Sintaksis adalah cabang tata bahasa mengenai studi penghimpunan kata-kata dalam kalimat-kalimat dan alat dengan mana hubungan seperti itu terlihat. Misalnya tertib kata atau infleksi
2)      Sintaksis berkenaan dengan penemuan jenis-jenis kalimat dasar dengan pemberian penggantian yang muncul dari setiap unsur dari jenis unsure itu.
3)      Sintaksis adalah studi dan aturan-aturan dari hubungan kata-kata satu sama lainnya sebagai penyatuan gagasan dan sebagai bagian-bagian dari struktur-struktur kalimat, studi dan ilmu bangun kalimat.
4)      Sintaksis menurut Ramlan (1981:1) mengatakan” sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.
5)      Ringkasnya sintaksis adalah studi penghimpunan dan tautan timbale balik antara kata-kata, frase-frase, klausa-klausa dalam kalimat.
Menurut para ahli seperti dikutip di http://catatannyasulung.wordpress.com dapat diuraikan sebagai berikut :
1)      Abdul Chaer  : Sintaksis adalah tatanan linguistic umum yang membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain atau unsure lain sebagai suatu ujaran.
2)      Ngusman Abdul Manaf : Dalam bahasa Indonesia sintaksisi berarti, cabang ilmu bahasa bidang gramatikal (tata bahasa) yang mengkaji tata kalimat.
3)      Ramlan (1987:21) : Sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, klaimat, klausa, dan frasa.
4)      Marjusman Maksan : Sintaksis adalah bagian atau bidang ilmu bahasa yang mempelajari tentang penyusunan kata, frasa, dan klausa, antara satu dengan yang lain atau antara sesamanya dalam suatu konstruksi yang memandang pengertian.
5)      Verhaar (1981:70) : Sintaksis merupakan menyelidiki semua hubungan antar kelompok kata atau antar frasa dalam suatu sintaksis itu. Sintaksis itu mempelajari hubungan gramatika di luar batas kata, tetapi di dalam satuan yang disebut kalimat.
6)      Gorys Keraf (1978:158) : Sintaksis adalah bagian tata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembantukan kalimat dalam suatu bahasa.
7)      Moeliono (1976:103) : Sintaksis merupakan suatu kaidah kombinasi kata menjadi satuan yang lebih besar yaitu frase dan kalimat.
8)      Kridalaksana (1982:154 ): Sintaksis adalah: (1) pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa, (2) subsistem bahasa yang mencangkup hal tersebut (sering dianggap bagian dari gramatika; bagian lain adalah morfologi), dan (3) cabang linguistik yang mempelajari hal tersebut.
9)      Crystal (1980:346) : Mendefinisikan sintaksis sebagai telaah tentang kaidah-kaidah yang mengatur cara kata-kata dikombinasikan untuk membentuk kalimat dalam suatu bahasa. Dalam pemakaian ini, sintaksis dikontraskan dengan morfologi, yaitu telaah tentang struktur kata. Suatu batasan alternatif, sintaksais adalah telaah tentang hubungan antara unsur-unsur struktur kalimat, dan telaah tentang kaidah-kaidah yang menguasai pengaturan kalimat dalam gugus-gugus (kata).
10)  Rusmadji (1993:2) : Sintaksis adalah subsistem tata bahasa yang mencangkup kelas kata dan satuan-satuan yang lebih besar, yaitu frasa, klausa, kalimat, dan hubungan-hubungan di antara satuan-satuan sintaksis tersebut
B.      Struktur Sintastik
Dalam struktur sintaksis, masalah yang harus di bicarakan adalah fungsi sintaksis, kategori sintaksis, dan peran sintaksis. Istilah subjek, predikat, objek, dan keterangan adalah istilah yang berkenaan dengan fungsi sintaksi. Sedangkan istilah nomina, verba, adjektiva, dan numeralia adalah istilah yang berkenaan dengan kategori sintaksis. Istilah pelaku, penderita, dan penerima adalah istilah yang berkenaan dengan peran sintaksis.
Struktur sintaksis secara umum terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). menurut Verhaar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari unsure S,P,O,K itu adalah “kotak-kotak kosong” atau “tempat-tempat kosong” yang tidak mempunyai fungsi apa-apa karena kekosongannya. Tempat kosong itu di isi oleh sesuatu yang berupa kategori dan memiliki peran tertentu.
Contoh: Nenek melirik kakek tadi pagi
Tempat kosong subjek di isi nenek (nomina), tempat kosong predikat di isi kata melirik (verba), tempat kosong objek di isi kakek (nomina), dan tempat kosong keterangan di isi oleh frase tadi pagi (nomina). Fungsi itu berupa kategori sintaksis mempunyai peran-peran sintaksis. Nenek memiliki peran pelaku (agentif), melirik memiliki peran aktif, kakek memiliki peran sasaran dan kata tadi pagi memiliki peran waktu.
Susunan fungsi sintaksis tidak harus berurutan SPOK. Keempat fungsi itu tidak harus selalu ada dalam setiap struktur sintaksis. Peran-peran yang ada dalam setiap struktur sintaksis berkaitan dengan unsur gramatikal yang dimiliki oleh setiap sintaksis. Makna gramatikal unsur-unsur leksikal yang mengisi fungsi-fungsi sintaksis sangat tergantung pada tipe atau jenis kategori kata yang mengisi fungsi predikat dalam sintaksis itu.

C.    Alat Sintastik
Alat sintaksis memiliki fungsi untuk menunjang eksistensi struktur sintaksis terkecil. Alat sintaksis terdiri dari:
1)        Bentuk Kata
Derajat bentuk kata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Latin tidak sama. Dalam Bahasa Latin bentuk kata berperan mutlak sedangkan dalam Bahasa Indonesia tidak. Dalam bahasa latin urutan kata hampir tidak memiliki peranan. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia memiliki peranan penting.
Contoh:          
(i)   Kakak memasak nasi
(ii)  Kakak dimasak nasi
(iii) Kakak termasak (oleh) nasi
2)        Konektor
Konektor biasanya berupa sebuah morfem atau gabungan morfem yang secara kuantitas merupakan kelas yang tertutup. Konektor bertugas menghubungkan satu konstituen dengan konstituen lain. Baik yang berada dalam kalimat maupun luar. Konektor itu ada dua:
a.         Konektor Koordinatif adalah konektor yang menghubungkan dua konstituen yang sama kedudukannya atau sederajat. Misalnya dan, atau, tetapi.
b.        konektor subordinatif adalah konektor yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederejat. Misalnya konjungsi kalau, meskipun dan karena.

3)   Intonasi
Dalam semua bahasa intonasi sangat penting. Juga dalam bahasa Indonesia. Perbedaan modus kalimat Bahasa Indonesia ditentukan oleh intonasi daripada komponen segmentalnya. Batas antara subek dan predikat dalan Bahasa Indonesia ditandai dengan intonasi berupa nada naik dan tekanan.
Contoh kalimat:
“Kucing makan tikus mati.”
(i)    Kucing/ makan tikus mati
(ii)   Kucing makan tikus? Mati
(iii)  Kucing/ makan// tikus/ mati

Keterangan:
/:  batas subjek predikat
//: batas klausa
4)   Urutan Kata
Adalah letak kata atau posisi kata yang satu dengan yang lain dalam suatu kontruksi sintaksis. Dalam Bahasa Indonesia urutan kata sangat penting. Perbedaan urutan kata menimbulkan perbedaan makna. Misalnya kontruksi tiga jam memiliki makna yang tidak sama dengan kontruksi urutan tiga jam. Tetapi ada bagian lain dari kalimat Bahasa Indonesia yang tidak bias dipindahkan tempatnya tampa mengubah makna gramatikal kalimat tersebut.
Contoh:          
(i)   Tadi pagi Ayah membaca Koran
(ii) Ayah membaca Koran tadi pagi



BAB III
PEMBAHASAN

A.      Teori Sistaksis Verhaar
Di dalam kontruksi aktif yang dapat dijadikan subjek dan  di dalam kontruksi pasif itulah yang menduduki fungsi objek. Objek ganda hanya ada satu objek saja konstituen manakah di dalam kontruksi aktif yang dapat dijasikan subjek di dalam kontruksi pasif itulah yang menduduki fungsi objek. Di dalam suatu pemasifan (misalnya dari (68b) ke (68d)) yang berubah ialah fungsi, bukan peran (perubahan peran hanya menyangkut fungsi predkat : dari peran aktif berubah menjadi peran pasif). Konsituen untuk saya pada (68a) dan beras ketan itu pada (68b) disebut keterangan. Kedua konstituen itu bukan objek karena tidak dapat menjadi subjek di dalam kontruksi pasif.
Terhadap kontruksi pasif seperti (68c) dan (68d) itu Verhaar menyatakan bahwa klausa pasif tidak memiliki objek. Lalu disebut konstituen selain S dan P pada (68c) dan (68d) itu ? Dan memang belum ada teori sintaksis Verhaar belum dapat menyajikan jawabannya.
Jika membicarakan struktur sintaksis yang akan menjadi bahan pembicaraan adalah masalah fungsi sinatksis.   Fungsi sintaksis berkaitan dengan istilah subbjek dan objek.

B.       Contoh Klausa dalam Sintastik
Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruktif predikatif. Klausa berpotensi jadi kalimat tunggal karena didalamnya sudah ada fungsi sintaksis wajib. Yaitu, subjek dan predikat. Klausa juga berpotensi untuk menjadi kalimat mayor.
Contoh : Kakek membaca koran tadi pagi.
Contoh dalam kalimat majemuk koordinatif yang terdapat dua buah klausa: Nenek membaca komik.
Contoh klausa yang terletak ditengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan
tambahan :Gadis itu bukan cucu nenek
1. Jenis Klausa
Berdasarkan strukturnya :
a. Klausa Bebas
Adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap minimalmempunyai subjek dan predikat, karena itu mempunyai potensi untuk menjadi kalimat mayor. Contoh : Nenekku masih cantik
b. Klausa Terikat
Adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap. Unsur yang ada dalam klausa ini mungkin hanya subjek saja/objek saja / keterangan saja. Contoh : Konstruksi “ tadi pagi” yang bisa menjadi kalimat jawaban untukkalimat tanya “Kapan nenek membaca koran ?”

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Dari kesimpulan teori sintksis verhaar dalam analisis sintaksis haru bisa mendeskripsikan dan menganalisis subjek dan objek dalam sintaksis. Dan kontruksi pasif dan konstruksi aktif. Dalam kontruksi pasif dan kontruksi aktif dalam menduduki fungsi objek dan subjek.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter