-->

Kejanggalan di Kubu Ganda Putri

Post a Comment
Pertandingan ganda putri yang mempertemukan pasangan Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari melawan pasangan Korea Selatan, Ha Jung Eun/Kim Min Jung diwarnai drama. Pasalnya, kedua kubu disinyalir mencari kekalahan di laga terakhir Grup C agar tidak menjadi juara grup dan bertemu unggulan Wang Xiaoli/Yu Yang di perempat final. Pertandingan ini sendiri akhirnya dimenangkan oleh Kim/Ha atas Greysia/Meiliana dengan kedudukan 18-21, 21-12, 21-14. Dengan hasil ini, maka Kim/Ha akan bertemu dengan Wang/Yu di babak perempat final, sementara Greysia/Meiliana berjumpa Kim/Jung. Pelatih ganda putri Indonesia, Paulus Firman menuding kejadian ini dipicu oleh strategi Cina di laga sebelumnya. Paulus sendiri mengaku pihaknya sebenarnya telah menginstruksikan Greysia/Meiliana untuk tetap tampil ngotot di laga tadi. (vivanews)

Sebelumnya, kejadian serupa terjadi saat pasangan rangking satu dunia, Wang Xiaoli/Yu Yang yang nyaris tak pernah terkalahkan, harus takluk di tangan ganda putri Korea, Kim Ha Na/Jung Kyung Eun, dua set langsung 14-21, 11-21. Kekalahan ini membuat pasangan Cina tersebut gagal memuncaki Grup A. Disinyalir kekalahan ini guna menghindari pertemuan dini dua pasangan Cina di babak semifinal. Pasalnya, secara mengejutkan, pasangan Cina lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei takluk dari ganda putri Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter-Juhl di laga terakhir penyisihan Grup D. Hasil ini membuat Tian/Zhao gagal menjadi juara grup dan kemungkinan akan bertemu Wang/Yu di babak semifinal. Jika melihat undian, pertemuan Wang/Yu dan Tian/Zhao di semifinal dapat dihindari jika Wang/Yu menjadi runner-up di grup A. Dan hal ini ternyata benar-benar terjadi. Kekalahan mencolok ini sontak memancing reaksi dari penonton dan tim Korea sendiri. Kim/Jung merupakan pasangan peringkat delapan dunia yang bahkan lolos kualifikasi olimpiade dengan penuh susah payah. Memang apapun bisa saja terjadi di event olahraga bergengsi ini, namun kekalahan Wang/Yu tetap saja dipertanyakan banyak pihak.(vivanews)
Bagaimana Anda mananggapinya? 
Sedikit saja dari saya,  apapun cara China, sudah menjadi rahasia publik. Tidak seharusnya kita meniru cara-cara yang sebenarnya malah menjatuhkan sportivitas. Kalau memang kita hebat, siapapun lawannya harus dihadapi. Toh hasilnya nanti akan terlihat. Kalah menang adalah biasa, sportivitas dalam olahraga adalah harga mati dan sehebat apapun atlit yang memperoleh juara , tanpa sportivitas mereka adalah NOL.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter