MEDIA BLOGGER BERBASIS PENDEKATAN PROSES DALAM ASESSMEN PORTOFOLIO ELEKTRONIK

SEMINAR NASIONAL RISET INOVATIF I, TAHUN 2013 ISSN : 2339-1553 

MEDIA BLOGGER BERBASIS PENDEKATAN PROSES DALAM ASESSMEN PORTOFOLIO ELEKTRONIK 

Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi 

Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja

Abstrak 

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf dengan pengaplikasian media Blogger berbasis portopolio elektronik. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa semester 3B yang berjumlah 29 orang di tahun akademik 2013/2014 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dalam menulis paragraf tersebut tergolong cukup dengan rata-rata 56,89. Setelah tindakan, rata-rata mahasiswa pada post-test siklus I adalah 68.18 (cukup) dan pada post-tes II meningkat menjadi 82,81 (baik). Disamping peningkatan kemampuan menulis, kedisiplinan, kejujuran, keterbukaan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam melakukan penilaian diri dan penilaian sejawat juga dapat ditingkankan. Mahasiswa juga mampu mengimplementasikan media blog sebagai salah satu penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam pembelajaran dengan baik. 

Kata Kunci: menulis, portofolio elektronik, Blogger 

Pendahuluan 

     Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang kompleks karena melibatkan berbagai kemampuan kognitif dan linguistik sehingga mahasiswa cenderung beranggapan bahwa mata kuliah menulis adalah matakuliah yang sulit. Walaupun terkesan sesuatu yang sulit, menulis merupakan suatu keterampilan yang penting untuk dikuasai. Hairston sebagaimana dikutip oleh Suadnyani (2009:2) menyatakan bahwa menulis itu penting karena menulis bisa menjadi sarana untuk menemukan sesuatu, memunculkan ide baru, melatih kemampuan mengorganisasikan dan menjernihkan berbagai konsep atau ide, melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang, membantu untuk menyerap dan memproses informasi, serta melatih untuk berfikir aktif. Dengan demikian, jelaslah bahwa menulis sangat bermanfaat, meskipun dibalik itu proses menulis terkesan masih sulit. Kesulitan ini pun tampak pada mata kuliah Writing 2 yang merupakan salah satu mata kuliah untuk melatih kemampuan menulis mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Mata kuliah ini diprogramkan untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha pada semester II. Sesuai dengan silabus mata kuliah tersebut (The Competencybased Sylabus Development and Assessment System), pada tahun ajaran 2013/2014 mata kuliah ini memiliki tujuan umum agar mahasiswa mampu memperoleh ilmu pengetahuan tentang pengembangan berbagai jenis paragraf dan menghasilkan paragaraf-paragraf dalam berbagai pola pengembangan seperti using time order signal,stating reason and examples, opinion, definition, cause and effect, clasification, dan comparison and contrast. 

     Hasil pre-test yang dilaksankan pada mata kuliah Writing II, diketahui bahwa mahasiswa kelas 3B memiliki kemampuan yang rendah dalam mengembangkan paragraf. Ratarata kemampuan mereka adalah 55.95. Kesulitan mahasiswa terletak pada kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan ide. Banyak dari mahasiswa tidak mampu membuat kalimat topik sehingga apa yang mahasiswa jabarkan tidak memiliki arah yang baik. Bahkan ada mahasiswa yang mengembangkan ide lepas dari temanya. Untuk mengetahui strategi mengajar yang telah diterapkan oleh dosen sebelumnya, interview dilaksankan dengan dosen mata kuliah Writing 2 pada tahun akademik sebelumnya. Dari interview yang dilaksanakan didapatkan suatu informasi bahwa dosen bersangkutan hanya meminta mahasiswa untuk mengkombinasikan kalimat-kalimat sesuai dengan topik untuk membentuk sebuah paragaraf, sehingga ketika mahasiswa diminta untuk menghasilkan produknya sendiri, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide. Disamping itu pula, dari interview yang dilakukan dengan mahasiswa peserta kuliah tersebut diketahui bahwa sebagian besar dari mereka merasa cepat bosan dalam perkuliahan karena mereka diminta melakukan kegiatan yang sama disetiap pertemuan. Mahasiswa cenderung menjadi sangat tergantung pada kehadiran dosen dan sering merasa ragu akan apa yang dikerjakan. 

      Dengan kata lain, kepercayaan diri mereka kurang. Disamping itu, dosen juga telah menerapkan asesmen portopolio dalam pengajaran. Namun, terdapat kelemahan dalam penerapannya yaitu banyak mahasiswa yang tidak mau memanfaatkan kesempatan konsultasi sebaik mungkin untuk membahas permasalahan mereka dalam menulis, serta ada juga mahasiswa yang mengumpulkan tugas tanpa diperbaiki sesuai dengan saran dan komentar yang diberikan sehingga hasilnya jauh dari memuaskan. Disamping itu pula, tingkat kesibukan dosen yang tinggi terkadang menghambat kegiatan konsultasi dalam bentuk tatap muka yang dilakukan diluar perkuliahan. Sehingga diperlukan suatu media yang bisa menjembatani kelemahan proses pembimbingan di luar perkuliahan sehingga mahasiswa bisa dibantu untuk menyelesaikan permasalahan menulisnya. Temuan yang lain juga didapatkan dilihat dari penerapan pendekatan proses yang dilakukan oleh pengampu. Pendekatan proses tersebut mencakup prewriting, composing, dan revising. Namun dalam penerapannya, pendekatan tersebut tidak dapat diterapkan secara maksimal. Yang dimaksud dengan ketidakmaksimalan pelaksanaan adalah adanya kekurangan-kekurangan yang disebabkan oleh baik keterbatasan pengasuh maupun mahasiswa itu sendiri. Dalam langkah revising misalnya, yang pada hakikatnya adalah tahap perbaikan tulisan, seringkali mahasiswa malah memasukkan ide-ide baru yang seharusnya muncul pada tahap prewriting. Walaupun demikian, untuk memudahkan pemantauan dalam proses pembelajaran dan meminimalkan kesalahan mahasiswa telah diadakan upaya konsultasi (teacher-students conference) pada tiap akhir tahapan. Pada saat itu dosen memberikan bimbingan baik berupa saran maupun komentar perbaikan. 

        Namun karena keterbatasan waktu, sering kali mahasiswa mengabaikan saran yang diberikan dan tidak melakukan perbaikan sehingga akhirnya tugas mahasiswa dikumpulkan untuk dinilai walaupun dengan hasil yang tidak maksimal. Selanjutnya, tugas-tugas yang dikirimkan lewat email kepada dosen tidak bersifat terbuka, dalam artian hanya yang bersangkutan mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dimiliki, sedikit peluang bagi teman sejawat untuk belajar dari kelebihan dan kelamahan temannya. Begitu pula dengan kesempatan teman sejawat untuk memberikan masukkan secara langsung sulit dilaksanakan. Sehinbgga diperlukan suatu media yang dapat bersifat terbuka dimana baik pengajar, yang bersangkutan, dan teman sejawat bisa saling berbagi untuk mengembangkan kemampuan menulisnya. Temuan yang lain juga didapatkan dilihat dari penerapan pendekatan proses yang dilakukan oleh pengampu. Pendekatan proses tersebut mencakup prewriting, composing, dan revising. Namun dalam penerapannya, pendekatan tersebut tidak dapat diterapkan secara maksimal. Yang dimaksud dengan ketidakmaksimalan pelaksanaan adalah adanya kekurangan-kekurangan yang disebabkan oleh baik keterbatasan pengasuh maupun mahasiswa itu sendiri. Dalam langkah revising misalnya, yang pada hakikatnya adalah tahap perbaikan tulisan, seringkali mahasiswa malah memasukkan ide-ide baru yang seharusnya muncul pada tahap prewriting. Walaupun demikian, untuk memudahkan pemantauan dalam proses pembelajaran dan meminimalkan kesalahan mahasiswa telah diadakan upaya konsultasi (teacher-students conference) pada tiap akhir tahapan. Pada saat itu dosen memberikan bimbingan baik berupa saran maupun komentar perbaikan. Namun karena keterbatasan waktu, sering kali mahasiswa mengabaikan saran yang diberikan dan tidak melakukan perbaikan sehingga akhirnya tugas mahasiswa dikumpulkan untuk dinilai walaupun dengan hasil yang tidak maksimal. Penerapan portofolio sebagai sarana dalam assessmen kemampuan menulis sudah menjadi bahan dari beberapa peneliti. Penelitian yang dilakukan oleh Alan Hirvela dan Yuerong Liu Sweetland yang tertuang dalam jurnal pendidkan

      Elsevier (2010) menyatakan bahwa para subjek penelitian merasakan penerapan portofolio dalam menulis sangat membantu mereka untuk mengasilkan tulisan yang baik. Yang terpenting adalah, para subjek penelitian dapat menghasilkan karya yang meaningful. Hasil penelitian yang lain dalam penerapan portofolio ini juga dilakukan oleh Dewi pada tahun 2007 dan 2008. Dalam penelitian tersebut dua jenis portofolio, paper-based dan electronic portfolio, diaplikasikan pada mata kuliah Writing 2 dan Writing I. Kedua penelitian tersebut menunjukan bahwa secara umum portofolio bisa membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka. Kehadiran elektronik dalam tahapan menulis juga memberikan pengaruh pada kemampuan dan motivasi mahasiswa. Teknologi yang semakin berkembang dewasa ini juga dapat memberikan dampak positif untuk bisa menanggulangi permasalahan yang dialamai dalam mata kuliah Writing 2, disamping karena mahasiswa sebagai pebelajar dewasa secara psikologis membutuhkan bentuk interaksi sosial yang lebih luas agar dapat mengembangkan dirinya. Keberadaan telepon seluler yang bisa menjangkau dosen dengan mudah baik melalui telepon maupun dengan Short Message System(SMS) bisa menjadi suatu solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Namun kelemahan dari metode tersebut adalah kemampuan kotak pesan untuk menampilkan teks yang terbatas maupun informasi yang kurang jelas didapatkan melalui komunikasi langsung lewat telepon karena terkendala jarak. Dengan demikian diperlukan bentuk media lain yang bisa membantu mahasiswa untuk bisa mengakses informasi dengan lebih detail dan mudah untuk ditemukan kembali serta mampu membangkitkan minat dan motivasi mahasiswa untuk menulis. Hasil penilitian dengan pengunaan media internet yang lainnya juga telah dinyatakan oleh Desiani Natalina Muliasari dalam Jurnal Educationist (2010). Desiani menjelaskan pemanfaatan internet sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa ITB dalam Academic Writing terbukti efektif untuk meningkatkan keantusiasan mahasiswa dalam menulis karena mereka dihadapkan pada pembaca yang “nyata”, dan juga keterampilan mereka, dimana mahasiswa tidak lagi menulis degan organisasi yang tidak jelas, bahkan mereka cenderung untuk menulis lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Bagi pengajar, penggunaan media internet ini bisa menghindarkan mereka dari kekawatiran akan kehilangan tulisan mahasiswa yang ditulis di atas kertas. Media jejaring sosial yang semakin berkembang juga dapat memeberikan dampak positif bagi kemampuan menulis mahasiswa. Eka S.D (2012) dalam penelitiannya yang menggunakan media jejaring sosial Facebook dalam strategi POWERS menemukan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf mampu ditingkatkan. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa diketahui bahwa media tersebut meningkatkan motivasi mereka dalam menulis dan adanya feedback yang diberikan langsung melalui comment teman maupun dosen serta anggota group yang lain bisa membantu mahasiswa untuk mengoreksi pekerjaan mereka. Namun, kelemahan yang dirasa dari penerapan jejaring sosial itu adalah posting tulisan mahasiswa yang tercampur dengan status-status yang selalu up-to-date dapat menyulitkan pembaca untuk menemukan kembali tulisan yang ingin dibaca kembali. Untuk itu media blog bisa menjadi suatu pilihan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut karena bersifat lebih personal. Tulisan mahasiswa bisa dipublikasikan lewat slot khusus yang disediakan oleh penyedia layanan dan komentar bisa diberikan secara lebih sistematis. Seperti ide yang dimuat dalam Wikipedia “A blog (a portmanteau of the term web log) is a discussion or information site published on the World Wide Web consisting of discrete entries ("posts") typically displayed in reverse chronological order so the most recent post appears first.” Komentar yang diberikan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki tulisan selanjutnya. Walaupun ada kemungkinan komentar yang diberikan oleh mahasiswa atau teman sejawat masih lemah dikarenakan keterbatasan pengetahuan mereka, namun hal ini akan bisa diataasi dengan menyediakan instrument bantuan untuk penilaian teman sejawat sehingga diharapakan akan dapat membantu mengurangi kelemahan pengaplikasian strategi ini. Dengan demikian, media Blogger diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa semester IIIB di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha ditahun akademik 2013/2014 yang mengalami kesulitan dalam mata kuliah Writing 2. Diharapkan mahasiswa akan dapat menghasilkan tulisan yang berkualitas yang ditunjukkan dengan prestasi belajar mereka, dan pengajar akan memperoleh gambaran dan masukan untuk dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian dan media serta strategi pengajaran dalam kelas menulis. 2. Metode yang diterapkan Untuk dapat mengetahui hasil dari pengaplikasian media ini maka penelitian tindakan kelas diimplementasian dengan melibatkan 32 subjek penelitian (kelas IIIB) di jurusan  Pendidikan Bahasa Inggris semester dua tahun akademik2013/2014. Ada lima instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, yang dibedakan dalam instrument yang digunakan untuk menilai proses belajar dan hasil belajar. Instrument yang digunakan untuk menilai proses belajar yaituinterview guide, Self-evaluation checklist, tacher’s diary dan Instrument yang digunakan untuk menilai hasil belajaradalah writing test danevaluation rubricyang diadopsi dari Marhaeni (2005). Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest test, post test I dan post test II. Sedangkan data kualitatif didapatkan dari hasil observasi selama proses pengaplikasian media dengan melihat partisipasi dan keaktifan dalam penulisan di blog mahasiswa dan wawancara. Untuk keefektifan penggunaan self evaluation dapat dianalisa berdasarkan kemampuan mahasiswa menggunakan self evaluation checklist selama pembuatan tulisan. Penilaian didasarkan pada jumlah tanda yang diberikan pada setiap deskriptor yang tersedia. 3. Hasil dan Pembahasan Kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan paragraf dengan menggunakan time order signal masih tergolong dalam kategori cukup. Nilai rata-rata mahasiswa adalah 56.89. Kemampuan dalam aspek isi dengan rata-rata 7,7 (dari 12 skor maksimal), kemampuan dalam organisasi 6,4 (dari 12 skor maksimal), kemampuan tata bahasa 4,1 (dari 8 skor maksimal), kemampuan kosa kata 4,5 (dari 8 skor maksimal), dan kemampuan mekanika 2,8 (dari 4 skor maksimal). Dari intrview yang dilakukan setelah pemberian pre-test, didapatkan informasi bahwa mahasiswa mengalami kesulitan mendapatkan ide untuk dikembangkan sesuai dengan topik yang diberikan dan banyak mahasiswa yang menyatakan tidak yakin apabila tulisan mereka memiliki bagian-bagian dari paragraf yang baik seperti kalimat topik dan kalimat penutup yang sesuai sehingga paragraf yang dihasilkan pun menjadi tidak unity. Dari segi tata bahasa kebanyakan mahasiswa belum mampu menggunakan time order signal sesai petunjuk dari pre-test. Dari segi mekanika, masih ditemukan bahwa mahasiswa memandang penggunaan tanda baca untuk menghasilkan produk yang baik tidak terlalu penting. Sebagian besar mahasiswa mengungkapkan bahwa mereka memliki banyak ide yang akan dituangkan namun ketika mereka menyelesaikan satu kalimat mereka melupakan ide awal yang ingin mereka tuliskan. Memang semua mahasiswa langsung menulis tanpa membuat outline maupun draft. Pada saat mulai menulis mereka hanya bengong mencoba mencari ide tanpa mau mencoba-coba menungkannya dalam sebuah kerangka tulisan. Disamping itu pula, ada yang mengatakan bahwa mereka merasa tertekan untuk menyelesaikan paragraf mereka hanya dalam waktu yang singkat. Mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk menulis sekaligus memperbaikinya. Mereka tidak memiliki kesempatan unutuk mengedit tulisan mereka. Selanjutnya, mahasiswa ada yang enggan membagi permasalahan mereka dengan teman maupun peneliti. Mereka cenderung menyimpan kesulitan mereka. Dengan kata lain, mahasiswa cenderung untuk tertutup dan hanya memberikan informasi ketika ditanyai. Hal ini menimbulkan kendala untuk mengetahui dimana sebenarnya letak kesulitan mereka. Hal positif yang ditemukan dari hasil wawancara adalah semua mahasiswa menginginkan penerapan media TIK dalam mata kuliah Writing 2. Menurut pandangan mereka bahwa dari pengalaman mereka pada mata kuliah Writing I bahwa penerapan media digital seperti email memberikan mereka keleluasaan untuk mendiskusikan pekerjaan mereka dengan dosen pengampu dan juga mahasiswa bisa langsung mendapatkan komentar sesuai permasalahan yang mereka sampaikan dan mahasiswa juga mampu mengedit tulisannya dengan menggunakan fasilatas pada microsoft office. Namun, mahasiswa tidak mendapatkan input atau feedback dari rekan sejawat lainnya karena diskusi lewat e-mail berlangsung tidak dalam group, disamping itu mahasiswa sering mengalami kesulitan untuk melihat arsip dari dokumen yang dikirimkan. Berdasarkan hasil interview dan analisa hasil tulisan mereka, maka penelti pun mengambil kesimpulan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf perlu ditingkatkan karena akan berpengaruh pada hasil menulis mereka dalam pengembangan yang berbeda dan tentunya berpengaruh pada kemampuan menulis untuk tulisan akdemik yang lainnya. Disamping itu, mahasiswa juga perlu diarahkan pada proses belajar yang mandiri dan terbuka serta mampu berbagi dan bekerja sama. Sehingga, sebagai solusi permasalahan tersebut dirancanglah sebuah tindakan yang mengimpada blog dalam portofolio elektronik dengan harapan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan produk dengan proses yang baik dapat ditingkatkan. Blog adalah suatu laman (situs) online yang berfungsi sebagai media jurnal/diari bagi seseorang. Graham (2005) dalam Santosa menyatakan bahwa membuat blog tidaklah sulit karena hanya memerlukan pemahaman sederhana mengakses internet, sama udahnya untuk membuat dan mengirim e-mail. Membuat blog tidaklah memerlukan pemahaman akan bahasa pemrograman atau sintaks-sintaks pemerograman yang rumit karena semua sudah dikerjakan oleh sistem. Yang harus dilakukan hanya menulis dan mempublikasikannya langsung. Campbell (2003) dalam Santosa lebih lanjut menyarankan kalau blog bisa digunakan sebagai media untuk mengungkapkan pendapat, ide, dan informasi menarik lainnya dalam lingkup pembelajaran bahasa. Dengan demikian, pemanfaatan blog sebagai wadah dalam pembelajaran, khususnya keterampilan menulis sangatlah dimungkinkan mengingat banyak hal yang bisa tampilkan dalam blog. Menariknya, blog juga memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk menampilkan suara, video, gambar, dan lainnya. Semua hal tersebut mudah untuk dilakukan (www.blogger.com , 2007). Graham (2005) dalam Santosa menambahkan beberapa alasan memanfaatkan blog untuk pembelajaran menulis, yaitu blog memberikan latihan membaca ekstra bagi pebelajar. Blog juga bisa sebagai jurnal online pebelajar yang bisa dibaca oleh teman sekelasnya. Keuntungan dan jurnal online ini adalah arsip yang secara otomatis dibuatkan oleh sistem blog yang diikuti. Karena sifatnya yang terbuka, pemanfaatan blog mampu meningkatkan minat dan jumlah audiens. Disamping itu, blog bisa menuntun pebelajar ke sumber-sumber belajar lainnya yang tersebar dalam jumlah yang melimpah di situs-situs lainnya.Untuk lebih menuntun pebelajar pada sumber belajar yang tepat dan sesuai dengan levelnya, pengajar bisa memberi arahan atau menggunakan blog tutornya sebagai portal sumber-sumber belajar. Blog mampu meningkatkan rasa saling percaya, mandiri, dan kerjasama antara pebelajar karena adanya aktivitas saling memberi komentar, saling mengisi informasi, dan hal-hal lainnya yang menarik. Blog mampu memotivasi pebelajar yang pemalu dan kurang percaya diri untuk berpartisipasi. Hal ini sering terjadi dimana pebelajar pendiam biasanya bisa ‘berani’ untuk mengungkapkan ide dan perasaannya ketika diberikan kesempatan melalui blog. Dengan demikian, pemanfaatan blog sebagai wadah dalam pembelajaran, khususnya keterampilan menulis sangatlah dimungkinkan mengingat banyak hal yang bisa ditaruh dalam blog. Biasanya, hanya pengajar yang mengoreksi dan memberi komentar atas tulisan pebelajar dan fokus yang diperhatikan adalah biasanya pada bentuk, bukan isi. Dengan blog, pebelajar diberikan kesempatan untuk mendapat audiens riil, baik teman sekelas, diluar kelas, orang tua, atau orang lain di belahan dunia lain yang memiliki akses. Secara spesifik, pemanfaatan blog juga telah diteliti oleh Yati Suhartini (2011) dalam penulisan cerita pendek. Blog memberikan dampak postif bagi proses maupun hasil menulis siswanya. Kemampuan siswa dalam menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan penerapan pendekatan proses dalam menulis yang tersermin dalam pelaksanaan tahapan menulis. Disamping itu komentar yang diberikan dalam karya siswa mampu memotivasi siswa untuk melakukan yang terbaik. Seagai langkah awal dalam penelitian ini, mahasiswa diajak untuk membuat account google mail agar dapat mendisain blog mereka. Ada 3 orang mahasiswa yang sudah memiliki blog nya masing-masing sehingga bias membantu mahasiswa lain yang baru mengenal blog. Setelah pembuatan blog selesai, mahasiswa memulai proses menulisnya dengan mengerjakan setiap langkah dalam proses menulis secara individu. Mahasiswa menonton video tentang Free Hug Campaign kemudian mereka menjawab beberapa pertanyaan acuan untuk pengembangan kerangka karangan, setelah itu mahasiswa mengembangkan kerang karangan kedalam bentuk draft karangan. Setelah langkah tersebut terselesaikan, mahasiswa mempublikasikan tulisannya di blog masingmasing dan tiap mahasiswa diwajibkan untuk membaca tulisan temannya dan juga diizinkan untuk memberikan komentar. Komentar yang diberikan oleh mahasiswa juga memberikan nilai tambah atas partisipasinya. Tiap-tiap mahasiswa melakukan refleksi berdasarkan komentar yang diberikan dan mereka bebas untuk mempublikasikan kembali hasil revisi mereka sampai batas akhir pempublikasian. Pada siklus pertama ini, banyak mahasiswa yang enggan untuk menuliskan komentar pada tulisan temannya, sehingga peneliti harus terus memotivasi mereka agar tidak merasa malu. Peneliti sebagai pengampu mata kuliah juga memberikan komentar terhadap tulisan mahasiswa. Mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk menggunakan fasilitas “Hangout” yang ada dalam blog untuk bisa berdiskusi secara personal dengan peneliti. Dari hasil diskusi tersebut ditemukan pula informasi bahwa mahasiswa yang enggan menulis komentar mengira bahwa mereka harus mencari kesalahan teman saja dimana menurut mereka mengoreksi pekerjaan sendiri saja mereka merasa kurang yakin apalagi mengoreksi pekerjaan temannya. Dari hasil diskusi ini maka pada siklus ke dua, mahasiswa dibekali dengan self and peer assessment checklist sehingga mahasiswa memiliki panduan untuk mengedit pekerjaannya masing-masing begitu pula dalam mengoreksi pekerjaan temannya. Dengan pengimplementasian strategi tersebut, mahasiswa menjadi semakin percaya diri dalam mengoreksi pekerjaannya masing-masing begitu pula dalam memberikan komentarnya karena mahsiswa bisa merefleksi ataupun mengoreksi berdasarkan kelemahan dan kelebihan yang tercatat pada ceklist tersebut. 

Pada siklus II, mahasiswa tidak dibantu dengan menggunakan video tetapi mereka dibebaskan untuk menggunakan media untuk menggali ide karena topiknya berupa deskrispi dan mahasiswa bebas mendeskripsikan tempat yang meraka inginkan. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kreatifitas mahasiswa. Semua mahasiswa memilih untuk menggunakan gambar karena menurut mereka topik yang akan mereka kembangkan berbeda-beda sehingga mereka bisa memilih sendiri gambar yang relevan dan lebih kontekstual. Namun, sebagai permulaan mahasiswa dibantu dengan pemberian contoh paragraf deskripsi sebagai model. Selama proses pengerjaan secara digital ini, pada saat drafting baik disiklus I maupun II, diadakan juga teacher-students conference untuk meyakinkan peneliti bahwa paragraf yang dihasilkan adalah hasil karya sendiri, bukan jiplakan ataupun dikerjakan oleh orang lain. Hal ini dapat melatih mahasiswa untuk jujur dan terbuka. Ketika mahasiswa mempublikasikan karyanya, akan terlihat kapan mahasiswa tersebut mempublikasikan karyanya sehingga mahasiswa terlatih untuk berdisiplin. Arsip tulisan mahasiswa juga mudah untuk dilihat kembali karena media blog ini menyediakan tempat khusus untuk arsip tulisan mereka. Dari segi produk, Kemampuan menulis mahasiswa mengalami peningkatan dari pre-test, post test I dan post test II. Peningkatan tidak hanya dari rata-rata saja namun juga dari kemapuan mahasiswa dalam setiap aspek tulisannya, seperti isi, organisasi, tata bahasa, kosa kata, dan mekanika. 

Simpulan 

      Penerapan media blog berbasis portofolio elektronik mampu meningkatkan kemampuan menulis mahasiwa baik dari segi proses maupun produk. Peningkatan produk dapat dilihat hasil pre-test bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf tersebut tergolong cukup dengan rata-rata 56,89 (cukup). Setelah tindakan, rata-rata mahasiswa pada post-test siklus I adalah 68.18 (cukup) dan pada post-tes II meningkat menjadi 82,81 (baik). Disamping peningkatan kemampuan menulis, kedisiplinan, kejujuran, keterbukaan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam melakukan penilaian diri dan penilaian sejawat juga dapat ditingkankan. Mahasiswa juga mampu mengimplementasikan media blog sebagai salah satu penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam pembelajaran dengan baik.

 

Daftar Pustaka 

Depdiknas, Undiksha. 2006. Pedoman Studi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha Hirvela, A. And Swetland, Y. L. ______. Two case studies of L2 writers’ experiences across learning-directed portfolio contexts. Available at Elsevier Journal on Teaching Writing 10 Tahun 2010 page 192-213. Tersedia Online di www.sciencecredits.com. 

Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi. 2007. Evaluasi Diri Berbasis Kombinasi Traditional Paper0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 56,89 68,18 82,81 Rata-rata Tahapan SEMINAR NASIONAL RISET INOVATIF I, TAHUN 2013 ISSN : 2339-1553 21 baseddan Electronic Portfolio untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Mahasiswa. Laporan Penelitian. 

Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi. 2008. Startegi Belajar dengan Evaluasi Diri Berbasis Electronic Portfolio untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Mahasiswa. Laporan Penelitian. 

Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi. 2008. Evaluasi Diri Berbasis Assessmen Portopolio untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha. Laporan Penelitian. 

Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi. 2012. Meningkatkan Kemampuan Menulis Mahasiswa dengan Pengintegrasian Strategi POWERS dalam Asesmen Portofolio. Laporan Penelitian 

Kemmis, S. dan McTaggart, R. 1988. The Action Research Planner. Vitoria: Deakin University. 

Marhaeni, Ramendra & Suwastini. 2005. Optimalisasi Kegiatan Evaluasi Diri Dalam Pembelajaran Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris. Singaraja. IKIP N Singaraja. Muliasari, D. N. 

_____. The Internet as an Aid in DevelopingWriting Skills. Available at Jurnal Educationist Vol. IV No. 1 - Januari 2010 page 216 

Santosa, M.H. 2005. Pengembangan Model Pembelajaran Dintatori Berbasis Multimedia (Multimedia Based Dictatory Learning) untuk meningkatkan Kualitas Pembelajaran Dictation pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Negeri Singaraja. Singaraja: IKIP Negeri Singara Suadnyani, 

Ni Wayan. 2009. Penerapan Strategi POWERS untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Argumentasi Mahasiswa Kelas X.A SMA Negeri 1 Kubutambahan. Skripsi (tidak diterbitkan). Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Yati Suhartini. 2011. Pemanfaatan Blog dalam Pembelajaran Menulis Cerita Pendek. Online. www.Yatisuhardi.blogspot.com. Diakses tanggal 1 September 2012 

Post a Comment for "MEDIA BLOGGER BERBASIS PENDEKATAN PROSES DALAM ASESSMEN PORTOFOLIO ELEKTRONIK "